MALAM yang begitu suram dengan beban pikiran yang bertambah. Sampai sekarang, Flora masih tidak mengerti dan menganggap wajar reaksi ibunya Peter tadi siang. Seperti ... huh? Hanya karena makhluk legenda? Mungkin dia mengonsumsi sebuah obat yang menjadikan khayalannya terlalu kuat. “Manusia serigala, huh? Tak kusangka fantasi orang kaya memang tidak jauh berbeda dengan orang sepertiku,” gumam Flora di depan kaca kamar mandinya, menggosok gigi di malam hari sebelum tidur. Akan tetapi, dia tidak bisa menyangkal kalau belakangan topik manusia serigala itu memang sering muncul di sekitarnya. Luna, tanda di lehernya yang kadang timbul kadang hilang, atau sekadar respons ibunya Peter yang menganggapnya salah satu dari mereka. Satu-satunya makhluk yang dipercayai Flora ada hanya Slenderman. Se

