BERBICARA panjang lebar rupanya tidak bisa dikategorikan sebagai penerimaan maaf dari seorang Flora Angeline. Damian kira setelah kemarin Flora mau berbicara sedikit lebih lama dengannya, wanita itu tak akan mengabaikannya lagi. Faktanya, Flora masih orang yang sama dengan beberapa hari lalu. Sulit untuk Damian merasa nyaman dengan auranya yang terkesan sangat sensitif. “Kukira kau sudah memaafkanku.” Flora tidak merespons, fokus membaca buku Karen walau dia sudah menyelesaikannya. Ya, apa saja asal Damian tidak mendapatinya kekurangan hiburan. Damian mendesah berat, tidur di ranjangnya dengan tangan terlipat di belakang kepala. “Aku bingung harus berbicara pada siapa. Mate-ku tidak mau menemani, Betaku sedang tidak ada. Apa aku harus bicara pada angin?” “Masih ada Sean. Jangan angg

