DIA tahu kejadian semalam akan mempengaruhi penilaian semua orang padanya, entah itu positif maupun negatif. Mungkin tak banyak yang peduli untuk bertarung kata-kata karena di sini lebih mengandalkan bertarung yang sesungguhnya. Ya, biar Flora saja yang melakukannya. Dia bisa mempraktikkan semua kata-kata buruk yang pernah didengarnya di kantor. Entah bagaimana dengan keluarga menyebalkan itu. Terpengaruh atau tidak, setidaknya kemarin malam Flora sudah puas ‘menampar’ mereka. Flora melirik seseorang yang berdiri di sampingnya. “Kenapa kau melihatku begitu?” “Kau sangat menakutkan kemarin, Luna. Aku khawatir berbuat salah padamu.” “Asal jangan melakukan hal yang sama saja.” Dari jendela kamar Damian, Flora bisa melihat di bawah sana cukup ramai. Ada beberapa warior yang datang ke dep

