Dari sejak pagi sampai menjelang siang, Agatha tidak sama sekali terlihat santai. Ia sibuk sekali dengan organisasinya. Alasananya hanya satu, beberapa hari lagi serah terima jabatan akan dilakukan, kalau bukan ketua osis mungkin ja masih bisa bernafas lega, tapi sayangnya ia ketua osis, ia harus memastikan semuanya aman terkendali. "May, sini!" Panggilnya pada bendahara osis. Cewek yang disebut namanya itu tanpa fikir panjang langsung menghampiri Agatha. "Kenapa Ta?" tanyanya dengan santai. "Lo udah totalin semua pemasukan sama pengeluaran kan?" tanya Agatha memastikan. Maya menganggukan kepalanya. "Udah, tapi ada yang masih direkap." "Totalnya udah seimbangkan? Maksud gue gak kurang, syukur kalo lebih." "Kemungkinan sih gitu, gue lagi usahin beresin laporannya secepet mungkin." "O

