"Pagi-pagi gini tuh emang paling enak ngopi sama nyebat," seloroh Reza sembari menghembuskan asap rokok melalui mulutnya. "Bener, aing di rumah gak di bolehin nyebat sama abi. Cuma di warung ini aing bebas nyebat," timpal Oji sembari menyeruput kopi hitamnya. "Lo sih Ji, bapak ustadz anaknya begajulan begini," ucap Mario. "Yang ustadzkan bapak aing bukan aingnya belegug," seru Oji tak mau disalahkan. "Btw, kalo gak ada warung ini keknya kita bakal jadi anak kesayangannya pak Maman." "Iya kali ya, gue otw dari rumah jam 6 pagi gila cuma buat ngopi doang," timpal Mario. "Lu tumben-tumbenan dah belom nyebat?" tanya Reza pada Mario yang hanya meminum kopi hitam panasnya saja. "Gue juga pengen, anjir." Mario menatap rokok dengan penuh minat. "Ya terus apa masalahnya? Tinggal nyebat aja

