Ada banyak cara untuk membuat bahagia tercipta. Cukup pada tatap yang saling menginginkan. Juga meyakinkan itu tanpa pernah ada habisnya. *** Membuka mata perlahan, Lea memijat pangkal kepalanya yang masih terasa pusing, berusaha mengumpulkan semua tenaganya, ia memutar ingatannya pada semua yang terjadi semalam. Kepalanya pening bukan main, jadi Lea mengusahakan apa saja yang mampu terlintas dikepalanya. Apa saja yang ia lewati hingga membuatnya menjadi sekacau ini. Lalu Lea terlonjak--ia segera angkat dari tidurnya. Duduk di atas ranjang dengan mata terpejam sejenak--kemudian menoleh dan membulatkan mata tidak percaya. Disana--Lea menemukan punggung kokoh itu sudah tidur tertelungkup, memeluk bantal kepalanya dengan sangat pulas, seperti tidak ada yang perlu dikhawatirkan, padahal pe

