Mungkin satu-satunya kekhawatiran yang dapat dipercaya adalah dengan membiarkan kita tahu pada siapa yang datang dan selalu ada disana. *** "Lea!" pekik Altair saat menemukan wanita itu sudah melangkah gontai di tepi jalan. Memarkirkan lamborghininya asal, Altair turun dari mobilnya secepat kilat. Secepat yang ia bisa hanya untuk memastikan bahwa wanita itu baik-baik saja. Berlari hanya untuk meyakinkan bahwa Lea tidak apa-apa, Altair menghela napas lega ketika ia sudah berhasil menyamai langkah wanita itu dengan miliknya. Altair terdiam sesaat sebelum menyentuh ujung jemari Lea, menarik tangan wanita itu agar berada dalam genggamannya, lalu ia berganti dengan menyatukan jemari mereka di dalam sana. Memastikan pada Lea, meskipun wanita itu tidak menyadarinya, Altair hanya ingin Lea ta

