Tidak perlu mempertimbangkan segala hal yang membuat kita ragu. Jawaban dari segalanya hanya dengan memilih untuk tidak tahu. Membuka laptop dan melanjutkan pekerjaannya yang belum selesai, Lea memilih duduk di sofa panjang sayap kanan manssion Altair. Kadang kala ia ingin mengutarakan perasaannya, kebahagiaan yang ia temui pada segala keindahan yang ia dapatkan disana. Kenyamanan yang kadang kala bersarang didadanya. Setidaknya berada disana, Lea merasa layak. Merasa bahwa segala hal yang terjadi kadang kala memiliki jawaban yang entah berasal dari mana. Tapi Lea sengaja tidak ingin terbuai. Tahu bahwa keterlenaan bisa menjadi bencana. Mengerti bahwa membiarkan pikirannya terbuka apalagi sampai meyakinkan perasaannya bisa menjadi malapetaka. Lea tahu itu tidak akan berakhir sebaik yan

