Melihatmu dengannya entah mengapa seperti ada batu besar yang menekan dadaku, sesak.. *** Dua hari berlalu dan keadaan bunda makin hari makin membaik, aku benar-benar merawat bunda dengan tanganku sendiri walau terkadang dibantu oleh Mbok Nurmi asisten yang aku panggil itu. Mbok Nurmi adalah perempuan paruh baya yang sangat baik dan rajin, mungkin usianya hanya beberapa tahun di bawah bunda. Selain beliau jago masak Mbok Nurni juga pandai mengurus orang sakit. Bunda juga sangat suka sama Mbok Nurmi karena bunda merasa punya teman bicara ketika di rumah, sedang aku masih betah di rumah sesekali memantau pekerjaan Mbok Nurmi. Masalah kantor aku serahkan semuanya pada Ainun. Beruntung aku punya pegawai seperti Ainun yang sangat cekatan dalam segala hal dan itu sangat membantuku, pegawai-p

