Apakah rasa cinta itu sudah ada? Ataukah hanya karena terbiasa hidup bersama? Hingga muncul rasa tak rela melihatnya bersama orang lain.. *** Turun dari mobil aku langsung naik ke kamar setelah mengantar Aqidah di kamar bunda, baru saja aku menutup pintu kamar terdengar suara pintu dibuka kembali dan langkah kaki mendekat. "Apa pun yang sedang ada dipikiranmu, tolong jangan salah paham. Saya dan Moza hanya teman," jelasnya tanpa diminta. Oh, namanya Moza. Alu menoleh lalu mengerutkan kening. "Siapa juga yang salah paham," elakku cepat, "Lagian kamu nggak usah jelaskan siapa perempuan itu karena bagi saya itu sama sekali nggak penting." "Saya cemburu," katanya dengan suara pelan namun masih bisa aku dengar dengan baik karena jarak kami berdiri hanya 5 langkah saja. "Apa?" tanyaku

