24. Berdebar

1128 Kata

“Maaf Pak makan siangnya,” ucap Delia lagi menatap ke arah David yang masih fokus menatap layar laptop dan lembaran-lembaran kertas itu. Karena tidak digubris, Delia pun ingin meninggalkan ruangan itu tetapi langkahnya terhenti saat mengingat perkataan Tuan Bram kalau David mempunyai penyakit asam lambung dan harus tepat waktu makan. “Kenapa aku harus peduli, sih?” tanyanya dalam hati dengan ragu-ragu. Gadis itu ingin kembali melangkah keluar tetapi bayangan wajah Tuan Bram kembali mengusiknya dengan wajah memelas. Delia menghela napas panjang, mau tak mau dia kembali dan menatap piring itu. Lalu tangannya pun mengambilnya dan duduk di samping David. Dengan hati-hati Delia mencoba menyuapi pria tampan itu dan hal itu terjadi David pun tidak sadar dan mau menerima suapan dari Delia. T

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN