Damian melepas kaosnya yang penuh keringat, saat pintu terbuka menampilkan pelayan yang membawa alat kebersihan di tangannya "Apa kau orang baru?" kata Damian dengan tajam. Pelayan itu adalah Lusia, "Maafkan aku, tuan." "Aku tidak suka saat aku ada, ada yang memasuki kamarku." "Maaf tuan, a- ku tidak sengaja." Lusia pergi dengan cepat, "Astaga, kenapa aku malah jadi gugup, bukankah aku harus menggodanya," ucapnya kesal tapi bagaimana bisa Lusia menggoda tuannya itu sedangkan belum apa- apa Damian sudah menatapnya tajam. "Apa kurangku di banding jalang kecil itu," Lusia terus menggerutu, hingga tanpa dia sadari Patricia yang baru saja akan memasuki kamar mendengar gerutuan Lusia. Patricia mengerutkan keningnya hingga dia tiba di kamar, dia terus memikirkan apa yang di maksud dengan Lus

