Jawaban

1780 Kata
"gimana... kamu mau khan jadi pacar mas sayang?" tanya Arya Kalimat yang sontak membuat Karina melambung dan serasa banyak kupu-kupu yang beterbangan di dalam perutnya Tak percaya... antara iya dan tidak Sesaat kemudian Karina tersadar "M-m-mas... mas serius sama pertanyaan mas? M-mmas nggak lagi ngerjain aku khan" tanya Karina yang seakan-akan benar-tak percaya lagi akan pertanyaan yang dilontarkan dari mulut Arya "kenapa kamu kayak nggak percaya gitu sama mas.. ehmmm?" kata Arya sambil membelai rambut Karina walaupun mereka ada di pinggir arena Ice skating, tetap saja hal itu menjadi tontonan dan perhatian orang banyak, Karina yang sadar akan hal tersebut langsung ingin melepaskan diri dari pelukan Arya tapi Arya yang tak mau melepaskan Karina membuat Karina semakin merah wajahnya "mas... diliatin banyak orang loh, udahan yuk, nggak enak rasanya jadi bahan tontonan orang" Karina yang manja dan merajuk berusaha membujuk Arya untuk segera pergi dari arena tersebut "Mas ... nggak akan ngelepasin dan kita nggak akan pergi dari sini sebelum kamu jawab pertanyaannnya mas In...." Arya yang tetap pada pendiriannya dan tetap menatap intens pada Karina "Maaaasss...." ucap Karina dengan manjanya "kenapa?? apa yang buat kamu ragu buat jawab mas ehhmm?" tanya Arya lembut "soalnya aku nggak percaya kalo mas nggak punya pacar, dan nggak percaya kalo mas belum pernah pacaran" jawab Karina dengan mengerucutkan bibirnya Arya yang melihat bibir Karina, gemas "dengerin mas yah... saksinya tuh Dino... dari dulu mas sama sekali nggak tertarik sama cewek... akhirnya pas kamu lagi orientasi.. mas cuma ngerasa kamu beda dari yang lain, bisa dibilang kamu ituuu... Cinta pertamanya mas... tapi mas takut mau ngedeketin kamu, kamu yang cuek, kayak nggak mau nyari perhatiannya mas sekali, nggak mau ngedeketin mas sama sekali, malah yang ada mas yang mikir kalo kamu udah punya pacar" Karina yang langsung menggeleng dengan keras "aku belum pernah pacaran" Karina yang spontan menjawab dan langsung menunduk saking malunya "ehmmm.... trus? sekarang? jawabannya gimana? kamu mau nggak jadi pacarnya mas? bener-bener cinta pertamanya mas" tanya Arya lagi dengan tak sabar "harus gitu yah dijawab sekarang?" tanya Karina saking gugupnya "memangnya salah?" "kita baru kenal sama jalan hampir seminggu ini mas... kenapa bisa cepet banget mas ngomong itu sama aku?" "mas tadi bilang apa? mas sudah tau kamu lama, sejak kamu masuk SMA, dari situ mas yakin kalo kamu memang orang yang tepat buat mas In" Arya yang berusaha meyakinkan Karina "atau kamu punya gebetan gitu?atau cinta pertama yang buat kamu nggak bisa lupa ehmm" Karina langsung menggeleng keras dan juga merasa melting dengan sikap Arya yang sabar dan se-dewasa itu "eengg-nggak... mas itu juga sebenernya.... cinta pertama aku" jawabnya malu-malu memang walaupun disekolah Karina dengan cueknya tidak pernah melihat ke arah Arya atau mendekati Arya, tapi sebenarnya sikap itu hanya untuk menunjukkan jika dia "cukup" tau diri dan tidak mungkin mengharapkan Arya, bahkan sahabatnya, Nita pun tak pernah tau jika Karina sudah menaruh hati pada Arya Maka dari itu, ketika mereka dipertemukan kembali di resto hari itu, Karina merasa senang bukan kepalang dan berpura-pura didepan Nita jika dia juga sama seperti Nita yang tidak memperhatikan atau tidak mengetahui jika Arya dan Dino adalah kakak kelas mereka Arya pun yang mendengar, jika dirinya juga cinta pertama Karina senang bukan main ibarat gayung bersambut (maaf kalo salah yah hehehe) "Jadiiiii... kamu mau nerima mas In?" Arya sudah benar - benar tak sabaran mendengar jawaban dari Karina "ehmmm.... iya mas... iya... aku mau" Jawab Karina malu-malu "Yeeeeeessssssssss" teriak Arya di arena skate itu Karina langsung memukul lengan Arya, sambil melihat orang-orang sekitar, mengingatkan jika banyak yang melihat mereka "Maaf sayang .. tapi mas seneng banget denger jawaban kamu dan mas nggak mau kehilangan kamu buat kedua kalinya" sambil memeluk Karina, lalu terdengar lagu lama yang diputar di sekitar mall 98 degrees "my everything" You are my everything Nothing your love won't bring My life is yours alone The only love I've ever known Your spirit pulls me through When nothing else will do Every night I pray on bended knee That you will always be My everything Karina yang merasa lagu tersebut merepresentasikan bagaimana perasaannya saat ini yang sedang berbunga-bunga Karina yang melihat ke atas... kaget ketika Arya menggandengnya "yuk dech.. lama-lama mas malu sendiri dech disini hehehe" ajak Arya "ishhhhh... baru sadar..." selesai melepaskan atribut ice skating nya... Karina dan Arya berjalan putar-putar di mall perasaan keduanya sudah tidak bisa di deskripsikan lagi bagaimana, saking senangnya serasa dunia hanya milik berdua, "ehmmm... In mas boleh tanya nggak" "apa itu?" "kenapa sih kamu kalo mas ajakin shopping gitu nggak mau, padahal biasanya khan cewek suka banget di ajakkin shopping, apalagi kalo yang belanjain cowoknya tuh" "memangnya harus gitu yah?" tanya Karina yang keheranan "ya nggak sih... cuma kamu kok nggak gitu?" "apa salah yah?" "ihh .. jawaban kamu tuh gantung bener? mas tanya malah dibalikin tanya... bikin gemes tau nggak" sambil menyubit hidung Karina "lagian mas tuh tanyanya yang aneh ahhh...?" "apa kamu nggak pengen gitu dibelikan apa atau apa gitu?" "mas... aku bukan cewek matre, dan aku nggak biasa buat nerima prmberian dari orang lain selain orang tuaku, lagian juga kita masih sekolah loh, belum kerja, masa iya buat nyenengin orang lain kita pake duit ortu sih? sama aja ortu kita yang ngasih kan jatohnya" jelas Karina "ehmm seneng dech... pacarnya mas bukan cewek matre gini" jawab Arya sambil merangkul Karina "aku dibiasain ayah sama mama untuk ga gampang nerima apapun dari orang lain, bukan jual mahal atau kita nggak bisa menghargai pemberian orang lain, tapi lebih membiasakan aja mas, karena selama ini orang tuaku masih bisa buat ngasih aku yang aku butuhin... bukan yang aku minta, dan mas liat khan, baju pun punya banyak, kalo mas beliin aku, apa kata orang tuaku nanti mas? aku dimarahin sama mereka donk,dikira aku ngeretin anak orang ntar" "ehmmm ... kayaknya mas pengen dech cepet kenalan sama ortu kamu sayang" "lhoooo... kok?" " nggak boleh memangnya yah?" "boleh aja kok mas, tapi buat apa?" "buat minta ijin lah... ijin macarin anaknya, kalo udah setuju ntar kalo sudah waktunya baru minta ijin buat nikahin anaknya" jawab Arya dengan entengnya Bllluushhhhhhh.....m wajah Karina yang langsung memerah "ehh.. kok langsung merah gitu sih mukanya" sambil menyubit pipi Karina "kejauhan tau nggak.mikirnya mas, kita masih sekolah ahh... aku aja belum lulus SMA" "ohhh jadi kalo sudah lulus SMA boleh berarti yah" goda Arya sambil manggut-manggut "iihhhhhhh.. maaasss..... bukan gituuuuuu" "iyaa.. iya... mas becanda aja... nanti kalo sudah waktunya mas bakalan kasih tau kamu semuanya sekaligus ngenalin kamu sama orang tua mas" "ngasih tau semuanya?" tanya Karina dalam hati sejenak Karina merasa gelisah... apa yang dirahasiakan oleh Arya Bukan maksud Arya akan merahasiakan tapi dirasa Arya memang belum tepat untuk memberitaukan semuanya kepada Karina Arya sebenarnya memiliki usaha cafe kekinian di 3 tempat, dan salah satu yang diberi kepercayaan dalam meng-handle salah satu cafenya adalah Dino dan cafe Arya ada dalam jajaran cafe kekinian yang laris dan menjadi recommended bagi anak-anak muda yang suka nongkrong Arya pun bukan berasal dari anak yang terlahir kurang atau pas-pas an, Ayahnya memiliki tambang minyak dan beberapa bisnis lainnya sedangkan ibunya memiliki butik baju mahal yang menjadi langganan para artis atau sosialita-sosialita sekarang bisa dipastikan walaupun Arya tidak punya bisnis ataupun bekerja kehidupannya juga pasti terjamin hanya Arya benar-benar tak mau berpangku tangan di bawah kekayaan orang tuanya, bahkan orang tuanya pun tak tau jika bisnis anaknya sudah mempunyai 3 cabang hanya masalah waktu bagi Arya untuk menceritakan semua kepada Karina setelah mereka dinner, mereka memutuskan untuk pulang, di dalam mobil pun mereka bercanda layaknya pasangan yang sedang kasmaran Arya yang disetiap kesempatan selalu melihat Karina, membuat Karina salah tingkah disetiap kesempatan "mas...." "apa sayang?" "aku pengen beli martabak" "belum kenyang yah?" goda Arya "pengen ngemil, kenapa? nggak suka yah kalo aku ndut gitu?" jawab Karina dengan cemberut "hahaha... ya nggak lah... justru mas suka loh kamu yang begini" sambil mencolek dagu Karina "boleh nggak?" Karina yang merajuk "boleh kok sayang... mau beli berapa? 4 kotak? khan dirumah ada 4 orang khan?" kata Arya sambil mencari lahan untuk parkir mobil "astaggaaaaaa maaasss.... pengen tuh bukan berarti kalap kali ahhh.. beli 2 ajahhh yang manis sama yang asin, belinya banyak bener memangnya mau bagi-sama sekampung gitu?" "ya kali aja khan?" Arya senyum dengan manisnya membuat Karina melting lagi sambik menunggu pesanan pun Karina dan Arya becanda diatas kap mobil tak terpikir oleh mereka jika ada yang mengambil foto mereka saat Arya merangkul Karina Mina yang kebetulan sedang diajak oleh orang tuanya belanja kebutuhan bulanan, melihat Karina dan Arya sedang berada ditempat yang sama saat Mina dan orang tuanya membeli martabak langsung memotret daru dalam mobil dan bisa ditebak foto itu dikirimkan ke siapa... setelah pesanan Karina selesai, Arya pun mengantar Karina pulang sampai di depan rumah, ada saja yang terjadi saat Karina akan melepaskan seatbelt lagi-lagi stuck dan tak bisa, melihat itupun Arya tersenyum Arya membantu Karina dan saat ini hidung mereka menempel satu sama lain Arya yang terus melihat Karina terus maju Karina memejamkan mata KLIK..... Karina langsung membuka mata karena Arya menyentil dahi Karina "Hayooooo.. mikir apa itu" Arya yang senyum-senyum sendiri Karina yang kembali salah tingkah "ehmm... nggak.. makasih ya mas... aku masuk dulu yah.. mas hati-hati dijalan yah, kalo udah nyampe rumah langsung wa yah" "iyahhh pasti kok sayang, kamu cepet mandi trs istrahat, jangan lupa gosok gigi habis makan martabaknya yah" sambil memegang pipi Karina dan mengelus-elus pipinya Karina hanya mengangguk "Love You sayang" Arya mengakhiri pertemuan hari ini "Love you too mas ... " ucap Karina setelah melihat mobil Arya yang sudah tak terlihat lagi, Karina pun masuk ke dalam rumah begitu masuk, "kakak akhir - akhir ini pulangnya telat terus kak?" tanya mama Karina Karina yang terkejut, langsung menyalami ayah dan mamanya, "karina habis beli ini mah, yuk mumpung anget ma, yah" "beli apa dibeliin nech kak?" goda Ferry yang langsung mengambil martabak dan memakannya "kakak punya pacar yah sekarang" tanya mama Karina Karina yang gelagapan ditanya seperti itu, "kak... boleh kakak pacaran, punya pacar, tapi ayah nggak mau kalo itu nanti jadinya ngeganggu sekolah kakak.. apalagi kalo sampe nanti kakak patah hati, ayah nggak mau anak ayah di sakiti perasaannya" ayah Karina mengingatkan katena melihat anaknya salah tingkah "iya yah.. Karina ke atas dulu yah.. mau mandi trus istirahat" "nggak ada tugas kak?" tanya mama Karina "tadi udah Karina kerjain disekolah ma sama Nita, karina ke atas yah?" "iya kak.. cepet istirahat sana" setelah berbenah,mandi dan rebahan Ttinggg.... "sayang, mas udah sampe yah, mas mau mandi trus istirahat, kamu juga cepet istrahat yah,besok mas jemput lagi yah?" "iya mas... jemput sekolah apa nganter ke sekolah mas?" "dua duanya lah... besok mas kebetulan ada perlu paginya sayang jadi sekalian jemput kamu yah?" "iyah... dah cepet istirahat ya mas" "iya sayang .... Love You sayang" "Love You Too.... mas..."
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN