tanpa ada gangguan

2004 Kata
paginya Karina yang terngiang-Ngiang oleh kejadian kemarin baru sadar saat ini dia sudah menyandang status sebagai "pacar" Arya secara resmi setelah berkemas dan mempersiapkan segalanya Karina menunggu jemputan Arya di meja makan, "Kak.. hari ini nggak bawa mobil lagi?" tanya ayah Karina "nggak yah, aku dijemput kok" ayah Karina yang mengangkat kedua alisnya " kak.... kapan-kapan pacarnya kakak diajak main kerumah, bukan ayah nggak percaya, tapi ayah juga pengen tau siapa pacar kakak" Karina tang tertegun dengan ucapan sang ayah "iya yah... nanti Karina bilang sama Mas Arya" "Mas Arya?" kata Ferry terkejut "kenapa dek? kamu kenal" tanya mama Karina "Kak.. jangan bilang pacar kakak yang namanya Mas Arya itu alumni SMA kakak" "iya memang.. kenapa sih" tanya Karina heran "wahhh... ma... yah.. pacar kakak itu dulunya anak paling populer disekolahnya,belum lagi dia pinter cakep trus jadi inceran cewek-cewek disekolah tapi dia punya julukan yah karena sifatnya" "apa itu dek? cupu? culun" tanya ayah sambil menatap karina intens khawatir jika pria itu mempunyai sifat yang jelek atau yang minus bagi orang tua Karina "ayaahhhhhh.... " sahut Karina "memangnya julukannya apa dek" tanya mama mereka melanjutkan pertanyaan sang ayah "cowok kulkas" setelah mendengar itu ayah Karina dan adeknya langsung tertawa terpingkal-pingkal "ihhh kok ketawa sih.. jahat bener" "ayah pikir apa loh dek" "habisnya memang dia tuh dingin banget yah kalo dideketin cewek, kayak nggak mau liat cewek aja,aku pernah tau yah, dideketin sama cewek malah kabur dianya, aku dulu mikirnya dia mah nggak normal, pasti suka sama cowok,ehhh sekarang malah jadi pacarnya kakak" "tuuhhh kemakan omongan ndiri tuh, makanya jangan nethink dech jadi orang" "nethink apa kak" tanya ayah karina "negative thinking ayaahhhhh" jawab Karina dan mamanya berbarengan setelah sadar mereka ber empat langsung tertawa bersama-samayang Ferry bicarakan adalah hal yang sebenarnya, karena memang Ferry tau yang sebenarnya bagaimana letak SMP dan SMA karina dan ferry sebenarnya masih ada di satu kompleks hanya letaknya yang agak jauh Ferry pun penasaran karena banyak dari teman-teman ceweknya yang begitu memuja Arya sehingga menggoda iman Ferry untuk memcari tau setampan apa seorang Arya Ttiin.... bunyi klakson mobil Arya sudah sampai didepan "yah.. ma Karina berangkat dulu yah, udah dijemput sama.Mas Arya itu" pamit Karina "kak.. nebeng yah.. yah.. boleh yah..." rajuk Ferry "adek bareng sama ayah aja.. soalnya ayah ada perlu juga deket sekolahnya adek" "bweee... nggak boleh yah" Karina menjulurkan lidahnya pada adeknya "kak.. ini bawa... " "khan aku udah sarapan ma..." "buat pacar kakak ini mah.. bukan buat kakak.. masa iya berangkat jam segini disuruh jemput aja... iya kalo udah sarapan tuh kak" "ahh.. makasih mama, karina berangkat dulu" sambil mencium pipi mama dan ayahnya serta memberantakan rambut adeknya "kaaaakkkaaaaakkkkk" teriak Ferry yang tak terima Karina yang langsung lari ke depan sambil senyum sendiri "pagi mas..." "pagi juga sayang" "mas.... tadi mama nitip ini, buat sarapannya mas kata mama" "waahh disiapin bekel nech sama calon mertua" "apaan sih ahh " sambil memukul lengan Arya "kamu bilang apa sayang sama mama" "ya cuman ditanya aja sih mas.. karena aku akhir akhir ini khan sering banget pulang telat, ya aku bilang kalo aku udah punya pacar... khan mama sama ayah yang tanya.. aku ya cuma jawab aja...kenapa mas" "nggak papa kok sayang.. mas seneng aja... nggak ada yang kamu tutupi dari orang tua kamu" "buat apa memangnya mas" "yaahhh siapa tau khan?" tiba-tiba Arya, "sayang ... bentar dech coba sini agak nunduk bentar" samnil memegang kepala Karina karina yang menurut kata Arya langsung menunduk ccuuupppp.... Arya mengecup kening Karina dan sekarang Karina pun malu serta merasakan wajahnya yang memerah "kok masih malu aja sih sayang" sambil menyubit hidung Karina "mas ahh.... " lalu Arya melajukan mobilnya menuju sekolah Karina "ehmmm mas...." "kenapa sayang" "aku kok jadi takut yah?" " takut kenapa memangnya sayang?" "aku takut kalau nantinya Irma...," belum sempat melanjutkan kata-katanya langsung Arya memotongnya "kalo dia nanti gangguin kamu dengan cara apapun bilang langsung sama mas, ada Nita juga khan.. biar dia yang laporan sama mas, mas yang akan buat perhitungan sama dia, nggak usah takut yah" kata Arya menenangkan Karina "iyahh" jawab Karina sambil menunduk sebenarnya bukan tak beralasan juga karina bersikap seperti itu, itu semua karena Karina yang takut jika kejadian tempo hari akan terulang kembali walaupun sekarang ada Arya dan Nita yang bisa menjaganya tapi tidak selamanya mereka akan ada di sisi karina setiap saat sesampainya di sekolah, Karina melihat Nita yang turun dari mobil Dino "nanti mas jemput ya sayang ... kalo ada apa-apa cepet bilang sama mas yah" lalu Arya menarik tangan Karina dan mencium pipinya Karina yang masih malu dengan yang dilakukan Arya hanya bisa menunduk "mas berangkat dulu yah?" "hati-hati ya mas" melihat Karina yang turun dari mobil arya meledeknya "cieeeee...yg dianter.." ledek Nita "cieeee juga yang sudah ada perkembangan nih ye?" "diihhh ngebales" udah yuk ahh masuk baik Karina maupun Nita merasakan tak ada satu orang pun yang menganggunya disaat istirahat pun Shinta yang lebih banyak bergaul dengan Karina dan Nita dan mereka lebih banyak bercanda seperti tak ada beban "aku kok nggak ngeliat Irma yah?" tanya Karina pada Shinta "dia nggak masuk itu setelah kejadian kemarin sampe sekarang, cuma ada si Mina aja, ga tau tuh kenapa" jawab Shinta yang seakan malas untuk tau kondisi "mantan" sahabatnya "nggak nyoba kerumahnya gitu kamunya atau mungkin kamu telpon apa video call gitu?" tanya Nita "ogah ahh .. males bener... palingan ntar gitu juga baik-baik sendiri, tapi kadang yang aku ga habis pikir sama dia itu satu, habis kena kejadian apa gitu, dia pasti diem, tapi setelahnya pasti nanti ada aja balesannya dari itu anak" kata Shinta Karina yang mendadak terhenyak dengan apa yang dikatakan Shinta langsung diam seribu kata dan bahasa Nita yangmelihat perubahan ekspresi secara mendadak dari sahabatnya itu langsung memegang dan menggenggam tangannya "tenang aja ada aku kok" kata Nita yang berusaha untuk menenangkan Karina "iya tenang aja.... nanti misalkan ada apa-apa aku juga bakalan jadi saksinya,tenang aja yah, " kata Shinta yang juga berusaha menenangkan Karina mau tak mau pun Karina juga bisa khawatir karena dia tau orang yang terobsesi akan sesuatu pasti nantinya akan berusaha sekeras apapun untuk mendapatkan apa yang dia mau Karina pun bersyukur karena masih banyak orang sayang sayang dan baik dengannya sampai akhirnya bel masuk berbunyi.. Shinta berpisah dengan keduanya untuk kembali ke kelasnya sampai akhirnya ketika bel pulang sudah berbunyi, Karina dan Nita langsung menuju ke depan gerbang sekolah bersama dengan Shinta Shinta yang sudah order Go-Bret pun menunggu drivernya datang, "aku duluan yah.. driverku dah datang" pamit Shinta "hati-hati yah" kata Karina sedangkan Nita hanya melambaikan tangan saja Shinta karena fokus dengan handphonenya "ehh.. In, kata Dinosaurus aku disuruh nebeng kamu sama Mas Arya ntar minta anter ke toko buku X sana.. gapapa khan?" tanya Nita setelah membaca message dari Dino "ya gapapa lah... tapi kenapa sih kamu malah manggil kak Dino "Dinosaurus" gitu?" tanya Karina dengan polosnya "biarin aja.. memang gitu khan haha" kata Nita sambil tertawa "kamu tuh yah.. anak orang dibikin becanda aja" Karina dan Nita yang sambil bercanda menunggu Arya datang tak lama, Arya datang, ketika akan masuk ke mobil "mas... aku dibelakang aja sama Nita yah gapapa khan?" tanya Karina pada Arya "nggak... mas bukan supir sayang ahh... kamu di depan aja... khan nanti Nita turun di toko buku khan?" kata Arya " iyaaa (sambil mengerucutkan bibirnya) memangnya Kak Dino tadi ngasih tau mas yah?" "iya tadi sayang, katanya dia ada perlu, kalo njemput dulu waktunya nggak sempat nanti katanya, gapapa khan Nit?" "iya mas gapapa kok, malah aku yang tanya, gapapa nih aku nebeng ntar gangguin yang mau mesra-mesraan berdua ini" ledek Nita Karina tang diledek Nita langsung memerah wajahnya sedangkan Arya hanya tersenyum saja melihat tingkah pacar dan sahabatnya ini setelah mengantarkan Nita ke toko buku X, "ehmm sayang mas mau ngajak kamu ke suatu tempat, kamu mau nggak?" tanya Arya "mau kemana mas?" Karina yang penasaran "ada sih tempat gitu, mas pengen buat sesuatu berdua sama kamu nanti" Karina tang berpikir keras, "apa itu mas?" "nanti kamu juga tau kok" kata Arya sambil memegang pipi Karina Karina yang masih harus membiasakan diri dengan perlakuan manis Arya dan menetralisir jantungnya, langsung memerah wajahnya setelah sekitar 30 menit perjalanan mereka ditemani dengan macetnya jalan menuju tengah kota, akhirnya mereka sampai di toko perhiasan mewah yang terkenal di tengah kota yaitu Jeff n Co Karina yang membulat matanya, "mas ngapain kita kesini?" "mas mau beli cincin couple custom buat mas sama kamu sayang, sama mas pengen beliin kalung buat kamu" jawab Arya sambil berbenah diri sebelum turun tapi ketika akan turun, Karina langsung mencegah dan memegang tangannya "mas.. kayaknya ini bener-bener berlebihan dech mas... jangan ahhh.. lagian kita baru aja jadian kemarin khan? aku nggak mau nantinya ada yang tau trus dikatain aku yang matre, kalo mas pengen liat aku pake kalung aku ada dirumah kok mas, jadi nggak usah yah" Arya yang sudah menyadari dari awal akan respon Karina nantinya, langsung memegang tangan Karina dan menangkupkan tangannya pada pipi Karina "sayang.. mas beliin kamu buat tanda aja, khan memang mas yang mau, udah yah, nggak pake kata nggak ataupun nolak" sambil mengecup kening Karina dengan cepat mau tak mau Karina pun mengikuti Arya sepanjang jalan Arya sama sekali tidak melepas genggaman tangannya pada Karina Karina yang terpesona dengan semua yang ada didalamnya melihat-lihat dengan takjub Mereka berdua seperti sepasang calon pengantin yang akan melaksanakan pernikahan, sampai disatu titik, Arya dan Karina sama-sama terkesima dengan satu design cincin yang simple tapi indah dan ternyata yang mereka pilih memang adalah cincin custom yang hanya dibuat beberapa saja dan tidak semua bisa memilikinya dan ajaibnya adalah sesuai dengan ukuran mereka setelah menunggu untuk ukiran nama mereka di dalamnya dan Arya yang memilihkan sendiri kalung untuk Karina, mereka bersiap untuk pulang dari tempat tersebut mereka memutuskan untuk dinner terlebih dahulu sebelum pulang, dan mereka pun sudah membuat janji dengan Nita dan Dino untuk dinner bareng sepanjang perjalanan, Karina tak hentinya melihat cincin couple yang sudah berada di jari manisnya saat ini "hei... kok yang diliat cincinnya mulu sih, lebih menarik cincinnya yah dari pada mas?" kata Arya dengan nada cemburu "nggak kok, cuma ya nggak nyangka aja akunya mas, mas sampe bela-belain beli ini buat kita berdua, aku nggak pernah dapat hadiah semahal ini kecuali dari mama sama ayah" Kata Karina sambil mengusap usap cincinnya "apapun buat kamu sayang" kata Arya sambil memegang tangan Karina sesampainya mereka di resto yang dituju, Dino dan Nita ternyata sudah sampai sana duluan double date yang hanya sebentar itu menyisakan tawa dan kesenangan sendiri bagi mereka sampai akhirnya Arya dan Dino sama-sama mengantarkan Karina dan Nita pulang kerumah sesampainya didepan rumah Karina, "besok mau mas jemput lagi nggak?" "memang mas nggak keberatan gitu anter jemput aku? bukannya nanti kalo mau ke kampus malah jadi muter yah mas jalannya?" "nggak papa kok, mau tiap hari juga nggak papa, mas seneng-seneng aja, malah kalo bisa kita cepet-cepet nikah biar kalo pulang bareng-bareng nggak harus misah gini" Jawab Arya sambil memegang pipi Karina yang ia yakini sudah memerah seperti tomat " mas ini ngomongnya aneh-aneh dech, udah ahh, mas cepet istirahat yah nanti, hati-hati dijalan yah" kata Karina yang mengelus elus tangan Arya "ehhh bentar sayang" tahan Arya Ccuup... Arya yang langsung mendaratkan ciuman kecil di pipi Karina sontak membuat wajah Karina semakin panas dibuatnya "udah cepet masuk ya sayang, nanti mas kasih tau kalo mas udah nyampe" "iya mas.. dah..." "I LOVE YOU" "LOVE YOU TOO" Karina yang seperti biasa melihat sampai mobil Arya tak terlihat lagi dan masuk ke rumah sebenarnya tanpa mereka sadari, mereka yang diikuti sejak Arya dan Karina pergi dari depan gerbang sekolah ya.. Irma mengikuti Arya dan Karina selama perjalanan mereka emosi Irma semakin memuncak ketika tau Arya yang mengajak Karina untuk membeli perhiasan sambil memukul mukul stir mobilnya "kurang ajar, apa sih bagusnya tuh.cewek dibandingin aku? harusnya aku yang ada disampingnya Arya, bukan cewek cupu bulet kayak dia" teriak Irma "liat aja nanti kamu yah, kalo sekarang kamu merasa nggak ada gangguan apapun, tapi kedepannya nanti aku pastiin kamu nggak akan tenang,kalo aku ga bisa dapetin Arya dan semua yang dia punya, orang lain juga nggak akan bisa"
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN