"Al... anterin," rengek Aisyah pada Al. Wajah gadis itu terlihat muram karena dia ingin diantar pulang oleh Al, namun pria itu menolaknya. "Gue sibuk, Ai." "Bohong! Kan lo nggak ada pasien," balas Aisyah dengan bibir mencebik. Al menghela nafas panjang. Pria itu melepas kaca matanya. Memperlihatkan mata hitam sendunya pada Aisyah. Disingkirkannya buku dan juga kertas-kertas di mejanya. "Gue beneran sibuk, Ai. Minggu depan gue mau ikutan seminar di Bandung. Jadi gue harus siap-siap dari sekarang. Apalagi nggak ada suster Mia yang bantuin gue buat nanganin pasien. Gue bener-bener sibuk. Beneran deh," jelasnya. Aisyah memukul-mukul bantal sofa karena jengkel. Tak terima dengan alasan yang diberikan Al. "Gitu ya lo! Habis manis sepah dibuang. Gue bela-belain masak terus kesin

