Al menghentikan mobilnya tepat di depan pagar rumah kontrakan Luisa. Dia baru saja akan melepas sabuk pengaman dari badannya, saat tanpa sengaja matanya menangkap Luisa yang tak henti menatapnya. Pria itu mengernyit. Melambaikan tangannya di depan wajah Luisa, membuat gadis itu tergagap. Al menaikkan alisnya, menatap Luisa dengan wajah bingung. "Kenapa sih? Kok liatin aku terus?" tanyanya. Luisa menunduk dengan wajah bersemu. Malu karena ketahuan memperhatikan Al. "E-enggak, kok. Gapapa." Al mengendikkan bahunya. Berniat membuka pintu untuk turun dari mobil, namun Luisa keburu menahannya. "Al..." panggilnya. "Kenapa?" Luisa diam, tidak langsung menjawab. Gadis itu menghela nafas panjang terlebih dahulu sebelum mulai berbicara, "Kamu udah maafin aku, kan?" tanyanya hati-hati.

