Luisa menutup rantang di depanya dengan senyum mengembang. Akhirnya selesai sudah pekerjaannya. Tinggal mengantar rantang itu ke rumah calon mertua. Subuh tadi dia sudah bangun dan langsung memasak untuk calon mertuanya. Gadis itu sudah bertekad untuk tidak menjadi pemalas lagi. Luisa bangun bahkan sebelum Della bangun. Lalu langsung pergi ke dapur untuk memasak. Meski hanya masakan sederhana, namun lumayan enak. Menurutnya, tidak tau kalau menurut orang tua Al nanti. Mereka kan terbiasa dengan calon menantu idaman mereka, Aisyah, yang solehah dan pandai memasak. Luisa menghela nafas panjang. Jika dibanding Aisyah, tentu dia tidak berarti apa-apa. Dia hanya gadis biasa dan tumbuh di lingkungan biasa. Bisa bekerja di Indo Milan saja, itu kan hanya karena dia sedang beruntung. Sedan

