Al menatap haru putra kecilnya yang kini berada di dalam gendongan sang istri. Mulut kecilnya menyedot asi dengan cepat. Al terkekeh kecil melihatnya. Dikecupnya puncak kepala bayi tampan itu dengan lembut. Evan Alexander Milan, putra mereka yang baru lahir. "Pelan-pelan, Nak. Kasian Bunda tuh sampe meringis gitu," ujarnya seraya melirik sang istri. Luisa tersipu malu mendengar ucapan suaminya. Wanita itu mengelus pipi sang putra dengan sayang. "Bunda gapapa, kok. Yang penting Evan kenyang. Minum yang banyak ya, Sayang. Biar cepet gede." Al tertawa kecil. Diciumnya dahi wanita yang sangat dicintainya itu sepenuh hati. "Dia baru lahir, Sayang. Udah berharap Evan gede aja sih." Luisa menanggapinya dengan senyuman kecil. "Kan aku udah nggak sabar pengen main sama Evan, Al." "Ka

