"Bagaimana? Apa sudah bertemu?." Karisma menggeleng, "Belum. Orang suruhan ku juga belum bisa menemukan keberadaan nya." Kini Shinta ada diruangan Karisma bersama dengan Shyla. Shinta di larang oleh Burhan untuk bertemu dengan anak laki-laki nya itu. Cukup sedih tapi ia bisa apa. "Mau mama bantu? Mama bisa suruh orang-orang mama bantu cari juga." "Kalau gak merepotkan, aku mau." "Tentu saja tidak. Kata siapa merepotkan. Baiklah nanti akan mama bantu." "Terimakasih ma." "Apa kamu sudah makan?." "belum." "Mama pesan kan makan. Kamu juga Shyla." Shyla mengangguk semangat. "Masih sakit kak?." tanya Shyla sembari memegang pipi Karisma. Karisma menggeleng kecil, "Tidak. Lagi pula ini sudah biasa untuk anak laki-laki." "Maafkan papa mu, Karisma." Ujar Shinta. "Aku gak masalah ma. San

