Hari ini Fatimah sudah di perbolehkan untuk pulang. Ditemani Karisma juga. Mereka memasuki mobil yang sudah Karisma parkir di depan pintu masuk. Laki-laki itu mengantarkan Fatimah sampai kerumah nya. Selama perjalanan, Fatimah terus memandangi jalanan tanpa ada gairah. Wajah pucatnya seolah menunjukkan tidak adanya tanda kehidupan dalan diri wanita itu. Sesekali Karisma melirik dengan khawatir. "Mau beli makan?." "gak perlu, antar pulang aja." Karisma hanya dapat mengangguk kecil. Jalanan siang ini cukup macet, dan itu kesempatan bagi Karisma agar berlama-lama dengan Fatimah. Wajah Fatimah dari samping tampak tirus. Ia khawatir, dan ia juga marah pada laki-laki yang melakukan hal keji ini. Antai ia bertemu dengan orang nya. Akan ia habiskan orang itu hingga babak belur. Dan sayang nya

