“Jadi, kenapa bisa sampai seperti ini? Kamu dengan dia benar-benar ada hubungan?” Tanya Farhan yang mulai frustasi. Angga mengambil napas panjang. Tangannya masih mengepal tak terima. “Hubungan Angga dengan Arasya gak sejauh itu, Pa. Angga cuman teman kerja aja. Gak lebih. Dan untuk hari di mana Papa lihat noda lipstick di bibir Angga, itu bukan ciuman. Bibir seksi ini masih suci lahir batin, luar dalam.” “Gak percaya,” gumam Farhan lirih dengan wajah datarnya. “Itu Angga ambil lipstiknya dari bibir Arasya terus nempelin di bibir Angga. Tadinya sih cuman mau buat drama-drama gitu, tapi ternyata malah dianggap bener-bener ada.” Farhan duduk di sofa. Tangannya mengurut keningnya yang terasa pusing. Mendengar apa yang Angga katakan sekarang pun tidak bisa dianggap sebagai sebuah hal yang d

