Farhan memijat keningnya yang terasa berdenyut. Pria empat anak itu menatap kedua anaknya dengan tatapan tak terbaca. Di umurnya yang harusnya menikmati hari-hari tua malah merasakan pusing karena tingkah keduanya. Ia mendekat ke arah anak lelakinya dan mengangkat dagu Angga. Membuat wajah Angga yang terlihat takut itu bisa ia lihat. Keningnya kembali mengernyit setelah menemukan jejak lipstik di bibir Angga hilang. Mendekatkan matanya ke arah bibir anaknya, Farhan meneliti lebih jelas. Apa tadi matanya siwer? Tapi Farhan tidak salah lihat kok. Tadi benar-benar noda lipstik. "Bibir kamu kenapa bersih?" Tanya Farhan curiga. Angga lantas menjauhkan wajahnya dan menatap sang ayah bingung. "Ya, kan emang bersih. Harusnya kotor emang?" Tanya Angga balik tanpa rasa takut. Farhan tersenyum keci

