“Jadi apa yang ingin Angga luruskan?” Fresya mengangkat kedua halisnya kala melihat Angga yang tampak gugup. Belum lagi lelaki itu juga terlihat sangat malu. Sebenarnya apa yang ingin Angga luruskan? Apa itu berkaitan dengan apa yang lelaki itu katakan beberapa jam yang lalu? “Kalau masih butuh waktu, apa boleh Fresya berganti pakaian dahulu?” “Oh, ya! Silahkan!” Jawab Angga dengan antusias. Lelaki itu mneunjukkan senyumnya pada Fresya seakan berterima kasih karena gadis itu cukup peka untuk memberinya waktu. Ya, setidaknya Angga juga butuh waktu untuk membahas semuanya, kan? Sebab keraguannya masih terasa sangat jelas. Belum lagi Papanya yang tidak mengerti situasi. Bukannya pergi, pria itu malah menatap Angga dengan tajam, seakan memberitahu lelaki itu juga ia harus segera mengatakan

