“Angga sembunyi!” “Hah?” Fresya memiringkan kepalanya guna melihat apa yang sebenarnya terjadi di pintu apartemennya. Namun belum sempat melihat dengan jelas, tangannya sudah dicekal lebih dulu dan dibawa pergi. Tentu saja oleh Angga. Lelaki itu menarik Fresya dan membawanya ke kamar gadis itu. Angga sendiri tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi sekarang, tapi bersembunyi bersama dengan Fresya mungkin akan menjadi hal yang benar. “Ada apa sih?” “Aku gak tau di luar ada apa. Tapi aku mau bilang sama kamu, masalah lamaran tadi. Aku gak bercanda sama sekali. Aku gak mau kamu sama orang lain. Kamu harus mau jadi istri aku, ya?” Angga menatap wajah Fresya dengan sungguh-sungguh. Lelaki itu juga kini menggenggam tangan gadis di depannya. Wajahnya yang semula tegang berubah menjadi lebih bai

