Angga mengacak rambutnya setelah melihat pesan yang ada di benda persegi panjangnya itu. Lelaki yang baru saja bangun dari tidurnya itu sudah tidak bisa lagi berkata-kata melihat tampilan ponselnya. Mencoba melupakan hal itu, Angga memilih beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil handuk untuk mandi. Namun baru sampai di daun pintu, suara ponselnya yang berdering membuat Angga mengurungkan niat dan melihat siapa yang meneleponnya sepagi ini. Tidak ada nama atau nomor yang tertera. Hanya ada tulisan private number yang kini Angga bisa baca. Tak mau mengambil masalah karena takut jika itu adalah salah satu panggilan dari teman bisnisnya atau mungkin ayahnya yang sedang menjahilinya. “Morning, Angga.” Menyesal? Tentu saja! Angga menyesal mengangkat telepon itu. Kenapa bisa ia tidak terp

