Terkadang hidup memang harus bertahan dengan segala sesuatu yang terjadi. Baik itu hal yang membahagiakan maupun yang menyedihkan. Dan di saat-saat itulah hanya kita yang bisa bertahan. Di masa itu juga, akan terlihat orang-orang yang tulus bersama atau hanya dengan sebuah keuntungan saja. Seperti yang kini Angga alami. Sekian banyak teman dan juga saudaranya, tapi tak ada satupun yang datang setelah Angga menghubungi mereka. “Kita sudah sampai.” Fresya menarik rem dan mematikan mesin mobil dengan mencabut kunci. Ia melihat ke arah samping di mana Angga yang kini tampak melamun. Lelaki itu tidak banyak bicara sepanjang perjalanan setelah Fresya mengatakan hal di luar nalar. Wajah putih Angga juga terlihat merah karena sejak tadi menahan tangis. Dengan keberanian yang tidak tahu di mana da

