Bag. 36

1303 Kata

Sesampainya di ruangan yang Marsha katakan, Angga terdiam beberapa saat. Matanya menatap kosong adik-adiknya yang kini saling memeluk dengan tangis yang belum juga mereda. Entah kenapa, Angga merasa seperti melihat sosoknya yang pernah berada di posisi seperti itu. Ketika Mamanya berjuang guna melahirkan Lingga. Bedanya, Angga yang memeluk adik-adiknya dan dirinya yang menguatkan diri sendiri. Kaki Angga entah kenapa terasa sangat berat. Ia paling tidak bisa melihat orang yang menangis. Apalagi itu adalah keluarganya. Orang-orang yang selalu ada di samping Angga dalam keadaan apapun. Orang yang selalu mendukung Angga walau tahu ia pernah melakukan kesalahan. “Kalian gak kenapa-napa? Udah sarapan?” Angga yang akan berjalan menghampiri adik-adiknya kembali berhenti. Kali ini bukan karena

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN