“Ternyata selain buat masalah, lo juga beban hidup ya?” gerutu Angga dengan suara khasnya yang menyindir. Sedangkan yang diajak bicara kini tengah meracau tidak jelas dengan wajah yang memerah. Matanya tertutup tapi mulutnya tidak berhenti bicara hal-hal yang tidak Angga mengerti. Gadis itu juga beberapa mengeluarkan suara lain yang lebih bagus. Angga yang sedang menyetir saja tidak bisa berkosentrasi. “Dimana rumahmu?” tanya Angga yang merasa jalanan yang ia lewati sudah cukup jauh dari tempat yang sebelumnya. “Kenapa kamu menanyakan rumah? Di sana hanya ada hal gila!” Jawabnya dengan suara tegas. Angga saja sampai terlonjak tak percaya mendengar gadis itu bisa berbicara dengan nada tegas. Ternyata kebiasaan setiap orang mabuk itu berbeda, ya? “Kalau bukan rumah, di mana lagi aku har

