Sabrina menoleh dan mendapati Varell menatapnya sebelum Varell kembali fokus menatap jalanan. “Tetap saja aku takut.” Ujar Sabrina lagi. Dia tidak bisa menutupi ketakutannya. “Kalau kamu memutuskan hubungan dengan Leon dan tidak berhubungan lagi dengannya, tidak akan ada orang yang tahu.” “Aku ingin, tapi aku tak bisa.” “Kamu bisa kalau kamu mau.” Entah mantra apa yang diucapkan Varell, tapi Sabrina merasa ada kekuatan dalam kalimat Varell. Kamu bisa kalau kamu mau. *** Lima belas menit berlalu Sabrina ada di rumah. Dia menatap wajahnya dicermin. Memperhatikan sisa make up yang masih menempel. Dia mengganti dressnya dengan gaun tidur cokelat. Teringat orang tuanya yang saat itu terkejut ketika Sabrina bilang akan menikah namun ada kegembira

