Bab 89. RDK

1117 Kata

Maka dari itu, Nenek lebih menghargai Freya dengan kebahagiaannya. Anak seusia dia seharusnya menikmati kehidupan dengan leluasa bersama teman sebayanya, tetapi dia hanya bisa berdiam diri dengan keadaan yang di terimanya. “Nenek bisa mengajakmu setiap hari di sini, jika kamu merasa bahagia dengan keindahan alam ini.” Mbok Inem tersenyum ke arah Freya. “Mau banget, Nek. Tapi, kalau mengingat jalannya, aku kasian Nenek. Biar aku sama Kakak saja yang pergi,” jawab Freya. “Eh, Mbok Inem. Lihat kebun, Mbok?” tiba-tiba suara lantang seorang wanita bertanya kepada mereka. Sontak mereka bertiga menoleh secara bersamaan ke arah sumber suara itu. Mbok Inem yang melihatnya seketika bersalaman dan mencium tangan orang yang lebih muda itu. “Eh, juragan. Iya, lagi lihat kebun.” Wanita yang diseb

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN