Bab 92. RDK

1102 Kata

Istana digegerkan dengan teror-teror yabg terus berdatangan. Tapi, tak ada jejak siapa sebenarnya yang melakukan itu. Adelio mencoba melacaknya, tetapi kekuatan sang peneror seertinya lebih besar. Adelio tak dapat menembusnya. Pengawal satu persatu gugur karena lawan yang tak semestinya. Mereka semua ketakutan, sedangkan Adelio yang menjadi raja berkewajiban untuk mengamankan mereka. "Ini bagaimana, Tuan? Sepertinya ini tak akan pernah berakhir jika tujuan utama si peneror ini tercapai." Asisten rumah tangganya pun akhirnya berani untuk mengatakan yang mengganjal di dalam hati. "Apa solusi dari madalah ini? Kalau tak bisa mengatasi masalah ini sendiri, pergilah untuk mencari bantuan. Tak ada manusia yang bisa menyelesaikan masalahnya sendiri. Sedikit banyak tanpa di sadari pasti ada cam

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN