Saiko berniat tiga hari baru menemui Nastya, tetapi nyatanya dia malah semalaman tidak bisa tidur karena terus membayangkan mencium perempuan tersebut. "Nanti sore sambil menonton senja di danau sepertinya indah, ketika matahari mulai terbenam aku akan menciumnya, " batin Saiko. Diapun segera menelpon Nastya, tak ingin menunggu lebih lama lagi. [Nas, kamu lagi apa? ] [Sarapan pagi, kenapa menelpon aku? ] [Sore ini, bisa tidak kita bertemu? ] [Sudah siap mencium ku? ] [Semua ga saja, aku hanya tidak ingin dianggap sebagai lelaki pengecut dan pecundang] [Nah, begitu dong. Terus kita akan bertemu di mana?] [Di Danau buatan yang tidak jauh dari sini, berangkat sore menjelang malam saja] [Baiklah, kalau gitu nanti sore aku akan bersiap dandan secantik mungkin] [Ya sudah, aku tutup

