Nastya merasa malu pada diri sendiri karena pada kenyataannya dia sangat menikmati ciuman dari bibir Saiko, dan yang membuat dirinya lebih heran lagi sebab pemuda tersebut tampak merasakan hal yang sama. "Apakah benar jika Saiko ini lelaki tidak normal ya? Barusan saat dia mencium ku begitu bersemangat dan menikmati, " batin Nastya. "Nas, kamu tidak apa - apa? " tanya Saiko berwajah memelas. "Ah tidak, harusnya aku yang bertanya begitu padamu, " balas Nastya terkejut dari lamunannya. "Sekali lagi aku minta maaf karena tadi sudah mendorongmu, aku takut jika kamu salah paham. Aku hanya tidak bisa berdekatan dengan wanita yang memakai make up dan parfum dengan aroma kuat, " ucap Saiko sungguh - sungguh. "Memangnya kenapa? Apakah punya masa lalu dengan aroma itu? Misal pernah dimilik

