Semua kegiatan sudah selesai, kini saatnya Lucia untuk pulang. Hatinya begitu lega sebab tidak ada panggilan mengenai pengeluaran dirinya dari universitas itu. "Lucia, Apa aku bilang kemarin ? Kita pasti yang akan menang," kata Nikita mengedipkan sebelah matanya. "Syukurlah, semalam aku sampai kesusahan tidur gara - gara memikirkan hal ini," jawab Lucia senang. "Aku tidak sabar segera mengejek calon anak tiriku itu," ucap Nikita setengah tertawa. "Kamu ini, sebaiknya jangan mencari masalah lagi dengannya. Lebih baik kita hidup tenang dan belajar yang rajin, karena itulah tujuanku," nasihat Lucia memperingatkan temannya. "Baiklah… Kalau begitu mari kita pulang bersama lagi," ajak Nikita. "Maaf, tapi hari ini aku ada urusan penting. Besok saja ya?" tolak Lucia secara halus. "Acara apa

