bab 72

1210 Kata

Entah kenapa Lucia merasa sangat ketakutan, padahal sejak tadi Hyuga hanya diam saja dan fokus mengetik di laptop. Lucia semakin bingung karena sejak tadi di suruh duduk dan diabaikan. "Orang ini aneh sekali, untuk apa memanggilku kemari kalau hanya didiamkan saja," batin Lucia heran. Lama - kelamaan Lucia merasa mengantuk juga, sebab hanya duduk bengong membuat dia bosan. "Ya ampun… lebih baik aku di suruh ngepel lantai, masak atau apapun dari pada diam seperti ini. Mau menguap saja aku takut setengah mati. Kenapa sih aku harus bertemu dengan orang aneh ini," batin Lucia. Setelah dua jam Hyuga selesai dengan urusannya, pemuda itu melirik ke arah Lucia yang tampak lesu. "Lucia, mulai besok kamu tinggal di sini. Kamu masih bisa kuliah, selain itu waktumu sudah masuk jam kerja untuk me

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN