Dua bulan kemudian, Saiko masih belum bisa menemukan Jimmy. Rasa penasaran apakah Jimmy itu sebenarnya lelaki sesuai perkataan Array atau perempuan sesuai dalam bayangannya. Ketika mencoba mengingat kepala Saiko justru merasa sakit. "Kenapa aku tidak bisa melupakan Jimmy?" batin Saiko heran. Saiko memilih menenangkan diri, mengambil air mineral di dalam kulkas. Akan tetapi ketika hendak membuka tutup botolnya ada tangan nakal yang merebut dari belakang nya. "Saiko, dimana kekasih lelaki kecilmu itu? Sudah beberapa hari aku di sini tidak melihatnya, " tanya Ryu sambil meneguk air mineralnya. Saiko hanya mengembuskan napas kesal, lebih baik mengalah dan mengambil minuman lagi dari dalam kulkas. "Dia sedang ada urusan penting, sejak kapan kamu jadi peduli denganku kak? " tanya Sai

