Sesampainya di depan rumah bibi Wulan, Lucia sangat kaget sebab ada mobil milik Tomi. Tiba – tiba saja ada firasat butuk mengenai hal itu. ‘’Paman, mari mampir sekalian ke dalam,’’ ajak Lucia ramah. ‘’Tidak, paman menunggu di sini saja,’’ jawab Agung memilih tiduran di mobil untuk istirahat. ‘’Baiklah, kalau begitu aku tinggal dulu ya?’’ pamit Lucia dengan suka cita. Dan benar saja, sesampainya di dalam rumah Lucia langsung mendapatkan tatapan isi dari sepupunya. Dan yang lebih mengherankan lagi Tomi ikut melototinya. Akan tetapi kedua sorotan mata tersebut memiliki makna yang berbeda. ‘’Lucia, apa kamu sudah baikan?’’ tanya Tomi mengerjap. ‘’Sudah mendingan, kalau begitu kamu mengobrollah bersama Gladis. Aku akan masuk ke kamarku,’’ pamit Lucia malas berda di sana. Akan tetapi seca

