Zeline pulang kerumah hampir tengah malam, dia mendapati rumah sudah gelap, jelas saja kedua orang tuanya pasti sudah terlelap.
Dia segera membersihkan diri lalu merebahkan tubuhnya di atas kasur setelah semua kejadian yang dialami hari ini. Lelah memang, tapi mau bagaimana lagi? Pilihan ini dia yang menentukan. Setiap akhir bulan pasti kepalanya terasa sakit dan dia selalu terpikir dengan angka dari target itu. Berdasarkan yang dia analisa, semuanya berjalan dengan sesuai prediksinya, sayangnya tidak untuk bulan ini. Entah kenapa bulan ini begitu berat dia alami kecuali untuk bagian pengumpulan dana!
Yah … dananya terselematkan dengan adanya dana gratisan dari Seth dan itu juga dengan perjuangan yang baginya paling tak masuk akal selama dia berkarir, dia harus menyerahkan semua kemampuannya hanya demi dana itu agar masuk ditempatnya bekerja.
Bagian yang berat saat ini adalah bagian perkreditan, membuatnya sangat sakit kepala, mulai dari debitur yang tak mampu bayar sampai yang janji-janji palsu sampai akhir bulan juga tak menyetorkan kewajibannya pada Bank! Ini yang paling membuatnya kesal, karena angka NPLnya* melonjak tinggi! Pergeseran dari kualitas DPK** benar-benar tak tertahankan bulan ini, padahal segala cara sudah dia upayakan. Ini benar-benar bulan laporan terparah sepanjang jalan Karirnya!
Dia ingin membuat otaknya istirahat, Sayang sekali sepertinya sia-sia, isi kepala itu sekarang penuh dengan angka-angka yang membuatnya makin sakit kepala, angka-angka itu seakan mengejarnya. Dia lalu membuka handphonenya, banyak sekali pesan yang belum sempat dia baca, dia sangat kesal hari ini, tapi mau bagaimana lagi, bukankah segala cara sudah diupayakan semaksimal mungkin?
Kata “semaksimal mungkin” ini sebenarnya membuat Zeline sangat kesal, bukannya apa-apa, hal ini seperti saat dia sedang menonton sebuah film atau drama tatkala dokter sudah mengatakan pada keluarga pasien kalau mereka sudah berusaha “Semaksimal mungkin” kata-kata ini seakan menjadi momok yang menakutkan, karena itulah, dia sangat anti dengan kata “Semaksimal Mungkin” ini. Saat pikirannya teralih malah yang ada di otaknya sekarang adalah wajah Seth yang sangat menyebalkan itu!
“Ih! Apaan sih laki-laki itu bener-bener nyebelin!” Umpatnya. Lalu dia membuka tasnya dan mengambil Perjanjiannya dengan Seth. Membacanya sekali lagi dan tertawa penuh kemenangan.
“Jelas ajalah aku bisa dapetin dana gratisan ini terus, secara mana ada aturan gue mau nikah sama ini monster yang mulutnya pedes banget kayak gini.” Dia lalu memluk perjanjian itu dan tersenyum membayangkan pada saat Bussiness Review antar kantor cabang nantinya jelas dia akan mendapatkan sebuah pujian setelah mendapatkan hujatan atau hujatan dulu baru pujian.
Pertama kali dalam karirnya dia berhasil membawa seorang pengusaha yang menempatkan dana giro dalam jumlah besar tanpa feedback apapun! Yah … walaupun sudah jelas dibagian kredit dia pasti akan kena teguran keras karena pertumbuhan NPL yang cukup signifikan dari bulan sebelumnya karena ada beberapa kredit dalam kategori menengah mengalami permasalahan sehingga membuat NPL kreditnya tumbuh menjadi hampir tujuh persen, setelah bulan sebelumnya bertengger dengan sukses di bawah angka dua persen. Artinya total kredit bermasalah yang ada di kantor cabangnya untuk catatan pelaporan triwulan pertama ini sebesar 9%. sangat luar biasa sekali! Ini benar-benar sejarah terburuk dalam sepanjang karirnya.
Lagi! Wajah Seth muncul kembali dalam otaknya, wajah yang tanpa senyum dan mulut pedas itu membuatnya sangat kesal.
“Ih! Ini apaan lagi sih!” teriaknya sambil menutup mulutnya dengan bantal, karena takut nanti orang tuanya bangun mendengar teriakan tak masuk akal ini.
“Okay … Gue harus siap dengan angka fix besok.” tekadnya dalam hati, lalu karena masih saja tak bisa tidur dia mencari link film yang pernah dikirimkan oleh Ifah padanya.
Setelah melakukan scroll ke atas dengan sangat susah payah akhirnya dapat juga yang dicari, kemarin dia tak sempat menandai pesan itu agar lebih mudah menemukannya lagi. Dia membuka link itu dan jelas saja sepertinya ini film romance yang kata Ifah bisa menenangkan diri dari stres.
Dia menontonya dan sialnya ini tak masuk akal baginya. Seharusnya dia menyadari bahwa link itu bukan link film biasa karena itu adalah Ifah yang mengirimnya. Film dengan beberapa adegan dewasa ini membuatnya mual. Dia bukannya tak suka dengan laki-laki, hanya saja jika sudah seperti itu dia benar-benar jijik. Melihat dua anak manusia yang tak memakai pakaian lalu bergumul seperti binatang.
Segera dia tutup tab yang menampilkan film erotis itu.
‘Dasar gila!’ Batinnya.
Dia memang belum pernah pacaran, karena menurutnya pacaran hanya membuang waktu dan menguras emosi saja. Bayangkan saja, saat kamu pacaran kamu pasti akan menghabiskan waktu bersama pacar lalu membuang-buang uang untuk pergi kesana-kemari dan jelas yang bermain adalah perasaan, terkadang menangis, berbunga-bunga lalu detik berikutnya mengumpat karena putus! Pengalaman terbanyak dalam pacaran adalah Malika, dia yang paling mudah jatuh hati dan mudah juga patah hati.
Wanita yang juga adalah salah satu staff marketing loan nya dikantor ini benar-benar banyak pengalaman berpacaran dengan laki-laki, mulai dari Single, Duda punya anak, duda tanpa anak, bahkan suami orangpun pernah dia lakukan. Menurut Zeline saat dia jatuh cinta dia benar-benar hampir tak punya waktu untuk kumpul bersama, tapi setelah putus dia akan selalu mengeluarkan semua kelakuan buruk mantannya, mengatakan kalau mantannya pelitlah, jeleklah, ciuman yang tak b*******h, bau badan dan banyak lagi lainnya, padahal saat mereka bersama dia selalu mengatakan hal yang bagus tentang mantan-mantannya itu.
Disanalah Zeline jadi malas untuk terlibat urusan dengan laki-laki, karena baginya akan membuat tak fokus dalam bekerja dan juga membuat dirinya menjadi munafik. Dia baru akan membuka hatinya setelah dirinya mencapai cita-cita terbesar dalam hidupnya! Mendapatkan posisi di top manajemen tempatnya bekerja saat ini, oleh sebab itu dia harus fokus untuk mendapatkan apa yang dia inginkan.
***
Malam ini Seth tak bisa tidur, dia sudah beberapa kali dalam lima menit tarakhir membolak-balikkan badannya. Dia masih terpikir dengan Zahara. Wanita yang membuatnya benar-benar merasakan getaran jantung yang sangat kuat saat pertama kali melihatnya.
Senyum yang indah dan tatapan teduh wanita itu benar-benar membuat hatinya luluh lantak. Dulu memang dia pernah beberapa kali pacaran, apalagi saat dia berada disekolah menengah, dia adalah anak laki-laki yang terkenal pintar dan juga memiliki visual yang luar biasa. Siapapun menyukainya, dan dia juga bisa mendapatkan pacar dengan sangat mudah, tapi tentu saja dia masih juga menyeleksi siapa yang berhak menjadi pacarnya. Dulu dia akan menyukai anak perempuan yang pastinya cantik dan juga pintar, karena menurutnya itu akan sangat sepadan.
Namun seiring berjalannya waktu, dia makin menyadari satu hal kalau ternyata, cantik itu bukan segalanya, karena beberapa pacarnya yang cantik itu selalu merasa kalau dirinya masih bisa laku diluaran sana walaupun sudah memiliki Seth, laki-laki dengan tampang keren dan juga pintar. Sayangnya dia tak terlalu pintar dalam berhubungan dengan wanita, jadi dia juga berulang kali diselingkuhi, mulai dari pacarnya selingkuh dengan temannya sendiri sampai pacarnya itu mengajaknya putus karena menurutnya Seth tak bisa diajak untuk berciuman! Jauh mengharapkan untuk melakukan hal lebih dari itu.
Menurut Seth wanitanya harus bisa dia jaga sampai akhirnya dia bisa benar-benar bisa “menikmatinya” setelah hubungan mereka resmi. Ciuman? Uhm … Seth takut untuk melakukannya, karena dia takut untuk tak bisa menahan gejolak lain dalam dirinya jika dia sudah mencium orang lain. Dia hanya ingin “Tidak Merusak” itu saja.
Pernah dengar istilah menjaga jodoh orang? Sudah lama pacaran tak tahunya dia menikah dengan orang lain! Nah Seth tidak mau merusak jodoh orang lain kalau andai kata mereka memang akhirnya tak bisa sampai ke pelaminan nanti. Sayangnya wanita jaman sekarang ini banyak yang bodoh dan mau dibodohi laki-laki, mereka mau saja mendengar janji-janji palsu laki-laki, janji palsu yang diiring Nafsu, dasar dungu.
Dia memutuskan untuk tak berpacaran lagi sejak dia mulai membangun bisnisnya ini, dia hanya ingin fokus dan bisa membuat semuanya menjadi lebih baik, dan dia memulainya dari modal kecil sampai akhirnya dia dititipkan kepercayaan orang-orang yang menitipkan uangnya pada Seth untuk diolah agar bisa mendapatkan bagi hasil yang sesuai. Satu hal yang terpikir dibenaknya saat itu. Dia hanya tak ingin berhutang dengan Bank. Baginya berhutang di Bank itu adalah hal yang sangat mengerikan, karena dari sanalah akar permasalahan yang membuat semua aset ayahnya tak bersisa.
Dia awalnya memang hanya ingin membangun bisnis kepercayaan saja, tapi makin lama makin besar saja usaha itu dan dia juga memutar usahanya itu dengan transaksi bank terkait operasional saja, jelas itu dak mengambil “bunganya”. Dia bukan munafik tak menginginkan banyak harta, tapi ada hal yang menggetarkan hatinya saat itu, dan itulah awalnya dia mulai mengenal ketenangan batin yang tak bisa dia dapatkan mesti bercerita dengan orang terdekat. Dia hanya ingin bercerita dengan pemilik segalanya. Pemilik alam semesta dan isinya yang akhirnya bisa membuatnya merasa jauh lebih lega.
Sejak saat itu dia berusaha makin berbuat lebih baik lagi, dan akhirnya tahun kemarin saat pertama kali dia melihat seorang wanita dengan tatapan teduh itu dan juga senyum manis serta tingkah yang menurutnya sudah sangat jarang ada di jaman seperti ini, membuat dirinya tergila-gila dengan wanita itu. Zahara! Sampai detik ini dia masih memikirkan wanita itu, dia berkali-kali bercerita pada penciptanya tapi sepertinya entah kenapa jawabannya belum dia yakini.
“Aku akan berusaha semaksimal mungkin untuk mendapatkan wanita itu, tapi jika masih belum bisa apa artinya jodohku bukan dia?” tanyanya pada diri sendiri.
“Zahara …” lagi dia menggumamkan nama itu, dia membayangkan wanita itu, dia memikirkan bagaimana caranya untuk bisa memberitahu wanita itu tentang laki-laki b******k ini. Zaki benar-benar bodoh kalau dia menyia-nyiakan wanita yang mungkin akan bisa membawanya ke surga. Ucapnya dalam hati.
Rasa kantuk yang menghinggapinya membuat matanya akhirnya terpejam dan membawanya pada alam mimpi!
***
CATATAN:
*NqPL = Non Performing Loan (Kualitas kredit 3,4&5) Kredit ini masuk dalam kategori benar-benar harus diperhatikan. Karena hal ini juga akan mempengaruhi tingkat kesehatan bank.
**DPK=Dalam perhatian Khusus Kualitas kredit 2.