Bab 17

1036 Kata

Langit cerah di luar kini sudah menjadi gelap, matahari telah kembali ke peraduannya. Bergantian dengan bulan yang kini menyinari pekatnya malam. Deru nafas yang masih sedikit tersengal itu terdengar memenuhi penjuru kamar. Pasangan suami istri yang baru saja bicara dari hati ke hati itu tengah menatap langit-langit kamar. Memandang pantulan tubuh setengah telanjang mereka dari kepingan cermin yang menjadi bagian dari interior langit-langit kamar. “Masih marah?” tanya Angga membelai lembut wajah istrinya yang basah oleh keringat. Sendy tidak menjawab dan memilih untuk menenggelamkan wajahnya yang merona di d**a bidang suaminya. Perempuan cantik itu malu kalau harus mengakui jika ia telah kalah debat dengan suaminya. Angga begitu bisa meluluhkannya dengan bujuk rayu, atau mungkin Sendy t

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN