Sepagian ini suasana hati Sendy sangatlah buruk, bahlan Angga sudah puluhan kali jadi pelampiasannya. Pemberitaan tentang pernikahan mereka dan apa yang terjadi di bandara kemarin masih terus bermunculan di TV dan internet. Mata perempuan bermata sipit itu sudah berkaca-kaca sejak tadi. Apalagi ada beberapa acara infotaiment yang mengatakan bahwa dialah pihak yang bersalah di sini. Karena semua orang juga tahu hubungan yang terjalin antara Angga dan Ririn selama ini. “Sudah dong, Sayang. Kak Angga mana bisa konsen nyetir kalau sejak tadi kamu cemberut begitu,” tegur Angga yang merasa konsentrasinya menyetir terganggu. “Ya sudah. Amey naik angkot, bus, trans atau taxi saja,” ucap Sendy dengan tatapan tajamnya. “Emang bisa? Tahu gimana caranya?” tanya Angga sedikit mencibir karena ia ta

