Langit-langit kamar menjadi arah pandang pasangan suami istri yang baru saja merasakan bagaimana manisnya surga dunia. Bahkan sudah hampir setengah jam keduanya saling diam sambil menatap langi-langit kamar tanpa bicara satu sama lain. Setelah deru nafas sudah stabil akhirnya Angga memutuskan untuk berbalik dan memeluk tubuh istrinya. Sekarang Sendy bukan lagi seorang gadis, melainkan seorang wanita. Wanitanya Angga Putra Hadinata, jiwa dan raganya telah dimiliki seutuhnya oleh Angga. “Masih sakit, Sayang?” tanya Angga sembari mengecup puncak kepala Sendy. “Sakit sih nggak, Kak. Tapi perih banget,” ringis Sendy sembari mencium aroma tubuh Angga yang membuatnya semakin cinta. “Mau mandi sekarang? Aku siapin air hangat ya buat kamu berendam,” tanya Angga bangkit dari posisi tidurnya dan

