Sepanjang jalan menuju kamar tidur Sendy, keduanya tampak diam dan tak banyak bicara. Sendy Nampak menyesali perbuatan bar-barnya dengan menghancurkan ponsel Angga, sedangkan lelaki itu sedang merasa bahagia karena mengetahui Sendy cemburu. Sekarang hanya menunggu waktu yang tepat untuk mengakhiri hubungannya dengan Ririn, karena ia ingin memiliki rumah tangga yang normal. “Kamu ganti baju dulu, cuci kaki dan tangan, muka juga jangan lupa,” ucap Angga sembari melepaskan dasi dan jasnya. “Emang aku anak kecil apa? Sampe perlu banget Kak Angga ingetin untuk ngelakuin semua itu,” protes Sendy berjalan ke arah lemari untuk mengambil pakaian gantinya. “Kan emang, Sayang.” “Terserah!” ucap Sendy sembari berlalu memasuki kamar mandi untuk membersihkan diri dan berganti pakaian. Hampir se

