Pagi ini suasana sekolah terlihat lebih ramai dari biasanya, Sendy yang baru turun dari mobil Angga pun merasa heran. Karena tidak biasanya sekolah seramai seperti pagi ini. Setelah pamit pada suami, rasanya menggelikan sekali tiap kali menyebut kata “suami” untuk Angga. Sendy menyusuri koridor menuju kelasnya. Namun langkahnya terhenti ketika melihat pemandangan tidak biasa di depan matanya. “Apa-apaan???” tanyanya sedikit berteriak ketika melihat balon besar bertuliskan namanya ada di tengah lapangan. Seketika itu juga ia melihat ke arah sosok lelaki dengan seragam putih abu-abu berdiri di tengah lapangan. Tangannya memegang buket besar bunga mawar merah. Semua orang melingkarinya dan bersorak riuh, membuat Sendy tidak nyaman. Matanya berkaca-kaca melihat semua itu, ia tidak tahu haru

