Bab 8

817 Kata

Setelah bosan memandangi pantunan dirinya di cermin akhirnya Sendy membersihkan diri. Sedangkan Angga tengah memesan sarapan untuk mereka berdua nikmati hanya di dalam kamar. Hampir setengah jam berada di kamar mandi akhirnya gadis mungil itu keluar juga. Sedangkan suaminya sedang berkacang pinggang di depan pintu kamar mandi dan menatapnya tanpa berkedip. “Matanya biasa saja,” tegur Sendy sembari berlalu meninggalkan Angga yang masih terpaku di tempatnya. Memang saat ini Sendy hanya mengenakan handuk yang menutupi d**a sampai setengah pahanya. Tentu saja Angga adalah lelaki normal yang akan bereaksi saat melihat hal seperti ini. Di hadapannya ada seorang wanita cantik dengan penampilan menggoda. Bahkan titik-titik basah disekitar rahang dan lehernya membuat dadanya sesak sampai kesuli

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN