"Ehm. Bau anyir Tuan!" Max menyeru sambil memegangi hidung. Sementara satu dari dua anak buahnya cekatan mengambil sample di lantai. "Tolong sembunyikan ini dari polisi." Arga mengucap pada semua orang di sana. Lelaki dengan manik mata kelam itu merasa semua ini adalah ulah sang papa. Karenanya ia tak boleh gegabah. Selain mengancam kedudukan perusahaan, juga ia masih setengah hati menyerahkan sang papa ke pengadilan. Namun, meski begitu dalam hati Arga berjanji, jika telah jelas semua dengan bukti-bukti, dia akan menyerahkan sang papa nanti. Max dan anak buahnya lalu bergerak kembali, mencari lubang galian di belakang bangunan. Barangkali mayatnya dikubur di sana. Atau ke bagian bangunan yang renovasi, takut jika mayat Mira dicor di dalamnya. "Sepertinya, mayat itu tak dikubur di si

