Setelah mendapat panggilan dari sang ibu, akhirnya Anya menyimpan ponsel. Meski Mira mengatakan baik-bak saja dan puterinya tak perlu khawatir, sisi manusiawinya menolak. Cemas dan takut berlebihan. Satu-satunya keluarga yang dimiliki tengah terancam nyawa sekarang. "Ada apa sebenarnya? Semoga biang kerok dari semua masalah ini cepat tertangkap!" ucapnya dengan nada kesal. "Tunggu!" Arga meminta Anya tak menyimpan ponsel. "Hem?" Anya keheranan. Namun, ia pasrah kala tangan Arga mengambil ponselnya. Dengan serius, pria berwajah oriental tersebut menggeser layar. Anya tahu, pasti ada sesuatu yang sedang Arga upayakan sekarang, tapi ia tak tahu apa? "Apa terjadi sesuatu?" Anya bertanya ragu dan pelan. "Em." Sementara sibuk dengan ponselnya, tak menjawab pertanyaan Anya. Begitu mendapa

