"Kenapa semua yang kumiliki kamu inginkan? Tak cukupkah kamu menyiksaku bertahun-tahun dengan hilangnya Dara dari hidupku ...." Arga menekan setiap kata-katanya. Ada yang terasa nyeri dalam d**a Arya ketika nama Dara disebut. Nama seorang wanita yang membuatnya terluka begitu dalam, hingga menyisakan trauma lebih dari sepuluh tahun. Lalu kini ia melihat Anya yang hidup tersiksa di dekat Arga. Entah, kenapa ia merasa perempuan itu memantik perhatiannya dengan kuat. "... apa kamu juga akan membunuh Anya?" sambung Arga dengan tatapan muak. "Hentikan ucapanmu anak kecil!" Kini tangan Arya sudah menarik kerah Arga. "Heh!" Anak bungsu keluarga Admaja itu tersenyum sinis. "Tau apa kamu soal kematian Dara?!" Tatapan Arya menghunus dalam. "Hentikan! Dan jangan ikut campur kehidupanku." Arga

