Serahkan Istrimu Untukku

1543 Kata

"Apa? Kenapa wajahmu begitu?" Arga menaikkan dua alisnya menangkap reaksi Anya. Pipi perempuan dalam pelukannya sudah serupa kepiting rebus karena malu. "Sudah lah, lain kali hati-hati!" Arga mengucap pelan setelah melepas tubuh sang istri, lalu bergerak meninggalkan Anya ke tempat tidur, menarik selimut dan memilih tidur. Dia sendiri merasa canggung dengan kejadian tadi. Biasa, tapi cukup membuat hatinya berdebar. Anya berjalan ke kamar mandi untuk meletakkan pakaian kotor Arga, sambil memegangi pipinya yang menjalar rasa hangat di sana. "Ya Allah, hamba berdebar." Sebelum akhirnya ia pun memilih berbaring di ranjang dengan posisi dibelakangi oleh suaminya. Disejajarkan antara kepala dan punggung hingga terasa nyaman. Tubuhnya menjadi rilex. Sesekali Anya menoleh, menatap punggung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN