Bukankah wajar seorang pria menanam benih di rahim istrinya? Itu seribu kali lebih terhormat dibanding seorang jalang yang tidur dengan pria tanpa ikatan. ??? "Bagaimana?" Bayangan Admaja dalam video call bertanya pada Yahya. "Anda bisa melihatnya sendiri." Yahya mengarahkan ponsel ke sosok Arga yang berada di depan pintu dengan Mira dan Anya. Lalu mengalihkannya ke jendela kaca besar hingga terlihat jelas oleh Admaja, anak tirinya Arya berdiri di depan pintu kamar. "Kerjamu bagus." Admaja tersenyum miring. Yahya merasa tersanjung oleh pujian sang bos. Ia senang sebentar lagi rekeningnya akan gendut karena kerja kerasnya selama ini. Di sisi lain, suasana mulai tegang di antara Anya, Mira dan Arga. "Anya, naiklah ke atas!" perintah Mira begitu melihat Arga ada bersama mereka. Mata

