"Wanda,” panggilnya setengah mendesah dengan suara yang sangat berat dan dalam. "Aku kangen banget sama kamu." Dan tiba-tiba pria itu memeluknya. Membuat Wanda membeku seketika. Aroma alkohol dan apek asap rokok yang tercampur dengan parfum yang melekat di pakaiannya menyeruak masuk ke indra penciuman gadis itu. Ia juga dapat merasakan betapa hangatnya tubuh Arga yang tengah mabuk karena pengaruh alkohol. Pelukan pria itu mengerat ketika Wanda bergerak untuk melepaskan diri. Membuat gadis itu tenggelam dalam rengkuhannya. "Kenapa kamu nggak angkat teleponku, hm?" gumam Arga di puncak kepala gadis yang tengah ia dekap. Telepon? Oh, jangan bilang missed call dari nomor tak dikenal tadi siang itu dari Arga . "Saya nggak tau kalau kamu nelpon," jawab Wanda. Wanda rasanya hampir tak dapa

